Mamidarai Sebagai Kepercayaan Dalam Penyembuhan Penyakit Keteguran Makhluk Halus
DOI:
https://doi.org/10.30872/psikostudia.v6i2.2374Keywords:
kepercayaan, mamidarai, makhuk halus.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab serta alasan pada seseorang yang percaya pada mamidarai sebagai pengobatan ditegur oleh makhluk halus. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 10 orang yang terdiri dari 5 subjek utama, dan 5 orang informan. Metode analisis data yang digunakan mengacu kepada analisis model interaktif dari Miles & Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan yang penuh terhadap mamidarai sebagai penyembuhan ditegur oleh makhluk halus. Kepercayaan tersebut meliputi animisme, dinamisme, dan monoteisme. Meskipun zaman telah modern, masyarakat akan tetap konsisten untuk melestarikan mamidarai sebagai penyembuhan ditegur makhluk halus.References
Al-Utsmani, A. W. 1985. Misteri Jin, Setan dan Manusia. Jakarta: Mizan Publika.
Arikunto, S. 2007. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Creswell, J. W. 2013. Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Daud, A. 1997. Islam dan Masyarakat Banjar. Deskripsi dan Analis Kebudayaan Banjar. Ja-karta: PT. Raja Grafindo Persada.
Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Ba-hasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Foster, G. M., dan Anderson, B. G. 2006. Antropologi Kesehatan. Jakarta: UI Press.
Hanafi, A. S. 2017. Jelajah Nusantara 4 Catatan Per-jalanan 21 Peneliti Kesehatan. Surabaya: Health Advocacy.
Ideham, M. S. 2015. Urang Banjar dan Ke-budayaannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: GP Press.
Jauhari, A. H., Utami, M. S., dan Padmawati, R. S. 2008. Motivasi dan Kepercayaan Pasien Untuk Berobat Ke Sinse. Berita Kedokteran Masyara-kat. 24(1): 1-7.
Koentjaraningrat. 2015. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Krech, D., Ballachey, E. L., dan Crutchfield, R. S. 1962. Individual in Society: a Textbook of So-cial Psychology. New York: McGraw-Hill.
Miles, M. B., dan Huberman, A. M. 2009. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI -Press.
Moleong, L. J. 2012. Metodologi Penelitian Kuali-tatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosda-karya.
Moorman, C., R. Deshpande, dan G. Zaltman. 1993. Factors Affecting Trust in Market Research Re-lationships. Journal of Marketing. 57(1): 81-101.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Poerwandari, E. K. 2008. Pendekatan Kualitatif da-lam Penelitian Psikologi. Jakarta: LPSP-UI.
Quthb, S. 2008. Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an: Di Bawah Naungan Al-Qur'an. Jakarta: Robbani Press.
Royani, E. 2014. Kearifan Lokal Kepengasuhan Anak di Kelayan a Banjarmasin (Studi Komparatif Kepengasuhan Anak Menurut Hukum Adat Ban-jar dan Hukum Islam) (Skripsi). Banjarmasin: IAIN Antasari.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tylor, E. B. 2015. Primitive Culture: Researches into the Development of Mythology, Philosophy, Religion, Art, and Custom. Vol. I Third Edition Revised. New York: Scholar's Choice.
Yin, R. K. 2014. Studi Kasus Desain dan Metode. Ja-karta: Rajawali Pers.